Minggu, 10 Februari 2013

Jelang hari Valentine, bisnis pacar pinjaman laku di China

Jelang hari Valentine, bisnis pacar pinjaman laku di ChinaLayanan pacar pinjaman di China mengalami peningkatan pada tahun ini. Lonjakan itu terjadi
lantaran jarak antara perayaan Tahun Baru China dan hari Valentine berdekatan.
Situs digitaljournal.com melaporkan, Sabtu (9/2), menurut salah satu situs belanja terkenal asal negeri Tirai Bambu, Taobao, bisnis pacar laki-laki pinjaman sangat laku pada tahun ini. Taobao melansir bisnis ini meningkat 884 persen dibandingkan tahun lalu.
Harga layanan ini tergantung pada kebutuhan yang diinginkan pelanggan. Untuk sekadar menonton bioskop, maka pelanggan akan dikenakan biaya Rp 77 ribu. Namun, biaya akan ditambah jika yang ditonton adalah film seram.
Namun, jika Anda meminjam pacar laki-laki untuk menemani Anda belanja, maka akan dikenakan biaya Rp 62 ribu per jam. Sementara untuk menemani Anda ke pesta, makan malam, atau hanya sekadar berbincang-bincang akan dikenakan biaya berbeda-beda dengan hitungan per hari atau per jam.
Sedangkan biaya untuk menjadi teman minum, maka biaya yang dikenakan tergantung dari jenis minuman itu, seperti anggur, bir, dan minuman keras. Selain itu, untuk paket khusus pelanggan akan dikenakan biaya Rp 1,2 juta per hari. Sementara untuk salaman, pelukan, dan ciuman perpisahan baik di leher atau di dahi tidak dikenakan biaya.
Pengusaha penyedia layanan pacar pinjaman, Gao, mengatakan kesempatan untuk terjun ke bisnis ini dia dapatkan dari sebuah iklan di surat kabar. Saat itu dia melihat ikan yang menyebut, 'Mencari pacar laki-laki atau perempuan yang dapat dipinjam dengan gaji bulanan Rp 15 juta ke atas'.
Kebanyakan warga China bekerja jauh dari kampung halaman mereka dan perayaan Tahun Baru China merupakan waktu di mana semua warga kembali ke kampung halaman mereka untuk berkumpul dan merayakan tahun baru.
Pulang kampung saat perayaan Tahun Baru China juga menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan hasil jerih payah mereka selama setahun bekerja, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah pedesaan. Sementara bagi perempuan dan laki-laki di China, tahun baru juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan pasangan mereka kepada seluruh anggota keluarga.
Menurut Gao pangsa pasar pacar pinjaman laki-laki lebih besar dari pacar pinjaman perempuan. Ini lantaran wanita muda yang sudah memiliki umur sekitar 25 tahun ke atas akan mendapat tekanan dari keluarga mereka untuk menikah. Sementara untuk perempuan yang telah lewat 26 tahun dan jika pada saat perayaan Tahun Baru China pulang tanpa pasangan untuk dikenalkan kepada keluarganya maka biasanya dia akan mendapat pertanyaan yang aneh dari anggota keluarganya lantaran cemas.
Gao mengatakan dia punya sembilan pria muda antara umur 26 hingga 32 tahun yang bekerja sebagai pacar pinjaman. Dia menjelaskan untuk menjadi pacar pinjaman, pria itu harus memiliki wajah tampan, tinggi, berkelakuan baik, dan berkaca mata. Pria berkacamata akan membuat orang tua pelanggan berpikir pacar anaknya adalah orang berpendidikan.
Dia menjelaskan pacar laki-laki pinjaman nantinya harus menaati beberapa persyaratan yang tercantum di dalam kontrak, termasuk tidak boleh melakukan hubungan badan. Jika pacar laki-laki pinjaman itu melanggar perjanjian, maka uang pelanggan akan dikembalikan dan diperbolehkan melapor ke polisi. Namun, jika pelanggan itu yang mengajak untuk melakukan hubungan badan, maka uangnya tidak akan dikembalikan.
"Namun, jika keduanya saling suka dan menjadi pacar sungguh-sungguh, maka mereka harus memberikan saya amplop yang penuh dengan uang kepada saya sebab telah menjadi mak comblang mereka," ujar Gao bercanda.

Sumber :  merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar