Diakui, Cina betul-betul sudah menjadi negara kapitalis, setelah
Amerika. Kedua negara tersebut saling berebut pengaruh di wilayah Asia
Pasific. Hasil dari pertemuan APEC di Nusa Dua, Bali, China bertekad
akan meningkatkan investasi di Indonesia senilai 32,8 miliar dolar
Amerika Serikat, mengingat selama ini hubungan antar kedua negara
didominasi dengan perdagangan komoditas saja.
"China ingin mengikuti program Indonesia, mereka akan memasukkan investasi karena selama ini investasinya kecil sebab kebanyakan perdagangan saja. Ini merupakan era baru kerja sama Indonesia dengan China," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, dalam jumpa pers di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa lalu.
Belum lama ini, Indonesia mendapat kunjungan dari Presiden China Xi Jinping di Jakarta, dan telah melakukan penandatanganan Joint Venture Agreement antara 23 perusahaan dengan total nilai investasi 32,8 miliar dolar AS.
"Penandatanganan tersebut meliputi total investasi senilai 32,8 miliar dolar AS, di antaranya untuk sektor pengolahan mineral, komunikasi, perumahan, dan lain-lain," kata Hidayat.
Hidayat menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh 800 orang, dengan rincian 300 orang delegasi China dan 500 orang delegasi Indonesia yang berisikan pelaku usaha dan perwakilan pemerintah. Kadin, Apindo, dan seluruh asosiasi terkait terlibat dalam pertemuan tersebut.
Sejak satu tahun lalu, pemerintah China secara berkala telah
berkomunikasi dengan Indonesia terkait dengan kerja sama tersebut.
Selama ini Indonesia mengekspor bahan mentah ke China berupa batu bara,
nikel, dan lain-lain yang diolah dan dikembalikan lagi ke Indonesia
berupa produk bernilai tambah.
Nilai investasi China ke Indonesia pada 2012 lalu tercatat sebesar 141 juta dolar AS dengan 190 proyek yang naik jika dibandingkan dengan tahun 2011 lalu yang mencapai 128,2 juta dolar AS.
Untuk realisasi investasi China ke Indonesia pada kuartal I pada tahun 2013 mencapai 60,2 juta dolar AS dengan 99 proyek dan diharapkan investasi tersebut akan meningkat jika terlibat pada proyek-proyek infrastruktur Indonesia dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
China merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia dengan jumlah penduduk sebanyak 1,35 miliar jiwa dan GDP sebesar 8,2 triliun pada tahun 2012.
Nilai investasi China ke Indonesia pada 2012 lalu tercatat sebesar 141 juta dolar AS dengan 190 proyek yang naik jika dibandingkan dengan tahun 2011 lalu yang mencapai 128,2 juta dolar AS.
Untuk realisasi investasi China ke Indonesia pada kuartal I pada tahun 2013 mencapai 60,2 juta dolar AS dengan 99 proyek dan diharapkan investasi tersebut akan meningkat jika terlibat pada proyek-proyek infrastruktur Indonesia dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
China merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia dengan jumlah penduduk sebanyak 1,35 miliar jiwa dan GDP sebesar 8,2 triliun pada tahun 2012.
Presiden China Xi Jinping dalam pidatonya di forum bisnis APEC
mengatakan, China berkomitmen untuk membangun kerangka kerja sama
regional trans-Pasifik yang menguntungkan semua pihak. Sebelumnya, China
dan anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepakat
meningkatkan perdagangan dua arah menjadi satu triliun dolar AS pada
2020, lebih dari dua kali lipat tahun lalu.
China berubah
Menurut Bank Dunia, sejak melakukan reformasi pasar pada 1978, China
telah berubah dari perekonomian tersentralisasi menjadi berbasis pasar
dan melakukan pembangunan sosial dan ekonomi dengan cepat.
Pertumbuhan PDB-nya rata-rata 10 persen per tahun dan mengentaskan
lebih dari 500 juta masyarakat miskin. Seluruh target Tujuan Pembangunan
Milenium (MDGs) telah tercapai. Dengan populasi 1,3 miliar penduduk,
China telah menjadi perekonomian terbesar kedua dan memainkan peran yang
makin penting dan berpengaruh di perekonomian global.
Namun China tetap sebagai negara berkembang dan reformasi pasarnya
belum selesai. Pada 2012, pendapatan nasional kotornya per kapita 6.091
dolar AS, menduduki peringkat ke-90 dunia. Sekitar 128 juta
masyarakatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional, yakni
2.300 yuan per tahun (1,8 dolar AS per hari). Dengan jumlah masyarakat
miskin terbesar kedua dunia setelah India, pengentasan kemiskinan masih
menjadi tantangan yang mendasar.
Dalam pelaksanaan KTT APEC 2013 beredar kabar tentang pergelutan
Amerika Serikat (AS) dan China untuk mendominasi perdagangan di APEC.
Amerika Serikat dilaporkan meningkatkan upaya untuk memperkuat kekuatan
ekonomi di kawasan Asia-Pasifik pada pertemuan puncak para pemimpin
regional di Indonesia di tengah peringatan dari China yang makin berani.
Apakah tahun depan China yang memegang keketuaan APEC akan makin
berani? Apalagi Presiden China Xi Jinping di depan APEC CEO Summit,
mengatakan ekonomi China sangat berpengaruh di dunia, khususnya di Asia
Pasifik. Bahkan, dia mengklaim ekonomi Asia Pasifik tak akan tumbuh
tanpa negaranya.
Sumber : voa-islam.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar